Tes IVA Efektif Deteksi Dini Kanker Serviks

 

Deteksi dini kanker serviks bisa dilakukan dengan cara yang berbeda. Salah satu cara yang telah umum digunakan adalah smear tersebut. Hal ini dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk mendeteksi sel-sel pra-kanker.

Sayangnya, metode Pap cukup mahal dibandingkan untuk mencakup semua lapisan masyarakat. Sejauh ini, metode inspeksi visual asam asetat (VIA) diprediksi oleh banyak untuk menjadi metode yang relatif murah, namun tetap mampu mendeteksi kanker serviks secara akurat.

Salah satu pihak merekomendasikan tes IVA adalah dasar dari Kanker Indonesia (ICF). Presiden ICF Nila Moeloek Pusat mengatakan tes IVA jauh lebih murah daripada Pap smear. Jika tes Pap untuk biaya hingga Rp 50.000, tes IVA hanya antara tahun 2000 Rp Rp 5.000.

keakuratan tes VIA hampir sama dengan Pap smear. Bahkan, tes IVA dapat mendeteksi sel-sel pra-kanker. Sel-sel prakanker adalah sel-sel menjadi sel kanker, tetapi tidak mungkin untuk menjadi sel kanker.

“Memang, tidak ada metode yang 100 persen akurat, tapi tes IVA mampu mencapai akurasi 70 persen. Itu akan menjadi cukup lebih baik daripada tidak, “kata Nila saat konferensi pers Selasa (2013/05/14) di Jakarta.

Menurut Dr Laila Nuranna dokter kandungan, Sp.OG FKUI / RSCM, menurunkan keakuratan tes karena tenaga kesehatan IVA menganalisis hasil tes tidak cukup terlatih.

“Titik putih pada hasil tes positif bisa berarti, bisa berarti tidak ada. Jadi untuk dapat menganalisis dengan benar, petugas kesehatan harus terus berlatih, “kata Laila.

Untuk membandingkan keakuratan tes Pap smear VIA dan, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati menyajikan hasil dari tinjauan di 2012 di 50.902 wanita. Peserta memiliki dua metode pemeriksaan.

Hasilnya adalah 3,2 persen dari peserta diuji positif setelah IVA. Sementara tes Pap sebanyak 3,64 persen dari peserta memiliki hasil positif.

Begini Cara Sehat Bebas dari Kanker Serviks